Monday, February 14, 2011

Day 2 : Okinawa in 1 day? NOT ENOUGH

Kami di jemput jam setengah 7 pagi di depan hotel southern beach. Naik bus wisata menuju Naha, yang artinya menuju ke utara. Karena hotel kami di Itoman, which is bagian paling selatan mainland Okinawa, kamilah yang di jemput paling pagi. Hehehe. Dengan muka masih agak ngantuk, kami pun bergegas masuk ke bus.

Cuaca hari itu agak mendung. Ketika kami ber-12 sudah di dalam bus, hujan pun mengguyur. Tapi ngga mengurangi ke-excited-an kami hari itu, karena sepanjang jalan, tour guidenya menjelaskan tentang Okinawa dari A sampai Z.


Okinawa yang juga dikenal dengan nama Ryukyuu Islands adalah prefektur kepulauan di Jepang yang bahasa dan budayanya agak berbeda dengan prefektur di Jepang yang selama ini diketahui sama banyak orang, seperti Tokyo, Kyoto atau Osaka. Orang-orang di Okinawa disebut Uchina, dan bahasa Okinawa disebut Uchinaguchi. Orang-orang di mainland Jepang disebut Yamato, dan bahasa Jepang yang dipakai secara umum itu disebut Yamatoguchi.

Perbedaan bahasanya lumayan signifikan sih, terutama dari cara membaca kanji. Walaupun begitu, kalau sudah kebiasaan tinggal di Okinawa, kita bisa juga menebak-nebak apa maksud kalimatnya. Tapi tenang aja, para uchina itu mengerti yamatoguchi kok, walaupun para yamato belum tentu mengerti uchinaguchi, hehehe.


Nah kalau dari budaya sendiri, Okinawa, yang berdekatan dengan Taiwan dan China, mempunyai pengaruh kuat dari sana. Dewa-nya yang bernama Shisa itu bentuknya seperti singa barongsai. Warna-warna baju adatnya pun kebanyakan merah atau oranye cerah, yang lebih mengingatkan kita sama daratan China. Olahraga Jepang yang terkenal, karate merupakan perpaduan kungfu dan Okinawa martial arts. Ini berkembang pesat karena pada zaman Meiji dulu di Okinawa ngga boleh ada senjata sama sekali.

First Stop : Ryugujo Butterfly Garden

Uni dan teman-teman sampai di sana pada jam makan siang, karena memang jadwalnya ada makan siang bersama di sana. Paket wisata kami sudah termasuk makan siang, tiket masuk dan juga oleh2 di akhir tur. Tapi sayangnya makan siang hari itu adalah Okinawa Soba, yang seperti uni bilang di post sebelumnya, ada ehem, babinya. Hehehehe. Jadi kami para jilbabers ngga makan dan langsung masuk ke dalam taman kupu-kupunya.

Ternyata kupu-kupunya jinak! Dan suka sama yang benda yang berwarna merah. Ada topi merah di dalam tamannya, dan kupu-kupunya ngegerumbul semua di atas. Biasanya kalau mau foto, orang-orang tinggal pakai topi itu, jadi ada kupu-kupu di atas kepalanya, tapi karena (alhamdulillah) hari itu ngga sengaja pake jilbab merah, uni ngga usah pakai topi, langsung dihinggapi sama serangga cantik itu. Yeayy, soo happy! Berasa putri disney gitu, main-main sama kupu-kupu!

Second Stop: Churaumi Aquarium

I love fish! I love aquarium! Dan uni sudah mendengar temen-temen yang ke Okinawa bragging tentang how amazing this aquarium is. Well, Churaumi adalah aquarium terbesar di Jepang, dengan tank Kuroshio Sea nya yang menampung manta rays (ikan pari), ikan-ikan besar lain plus 4 whale sharks yang super besar. Tank kuroshio ini adalah tank terbesar ke dua di dunia, dengan ukuran 8.2 m x 22.5 m, dan ketebalan kaca 60 cm, menampung 7500 m kubik air. So, this is indeed the coolest aquarium i've ever seen.

Selain Kuroshio sea, Churaumi, yang artinya laut (umi) yang indah (chura) dalam bahasa Okinawa, juga menampilkan show lumba-lumba dan manatee (dugong). Species bawah lautnya pun beragam, dari ikan hias teman-temannya Nemo, sampai makhluk yang hanya bisa kita temui di palung terdalam. Dan mereka punya penguin! Hahaha, kenapa? Karena orang Jepang suka sekali sama penguin, hehe.


Oh, di bagian depan, setelah kita masuk, ada kolam di mana kita bisa memegang bintang laut atau sea-cucumber yang slimy-slimy. Well, jaman dulu di Sea World kayanya juga pernah sih, tapi yang ini lebih keren karena? Karena we're in Okinawa! Hahahaha

I love Churaumi, more than any aquariums i've ever visited. Uni sampai bilang ke diri uni sendiri, kayaknya uni ngga akan bosen deh kalau nanti datang lagi ke sini untuk ke dua kalinya. Well, a month after that, God granted my prayer, and I came there again. More on that, later :)

Third Stop: Nago Pineapple Park

What's the fun? Icip-icip tester makanan dan minuman dari nanas! Ada coklat, bolu, jus nanas, wine nanas (yang wanginya sangat menyengattt) dan sebagainya. Bahkan ada sabun muka dan sabun mandi dari nanas! Huwahh, bener-bener nanas day :P


Teruss, yang udah ditunggu-tunggu: Makan nanas sepuasnya! FREE OF CHARGE!!


Dan pas pulang, di bus dibagiin es krim nanas asli Okinawa. Hahaha, kenyang kenyang kenyang!


Fourth Stop: Ryukyuu Village Glass House


Ini adalah pabrik pembuatan hiasan dari kaca. Sebagai bagian dari tur, kami dapat diskon 10 persen dan souvenir tatakan gelas asli made in Ryukyuu Village :P

Last Stop : Kokusai Dori (again)


Sebenernya ini ngga termasuk bagian tur sih, tapi kita ngerasa hari masih sore untuk buru-buru kembali ke hotel. Jadinya, kami minta diturunkan di tengah jalan sama pak Supirnya hehe. Walhasil kami diturunkan di Kokusai Dori, dan kali ini kami puas muter-muter dari awal jalan ke ujung terus balik lagi ke awal. Pokoknya kami sampai hafal toko baju di mana, toko oleh-oleh dimana dan yang paling penting, starbucks ada di mana! Yeayy, kenapa? Karena kami mau beli tumbler (tempat minum) yang edisi khusus Okinawa!

Yep, uni memang mengoleksi tumbler starbucks dari seluruh prefektur, karena designnya bagus-bagus! Dan menurut uni, Okinawa ini yang paling bagus, hehehe.

Finally, dinner.


Yes. A funny dinner, in a funny restaurant, with funny food. Why? Hmm, begini ceritanya. Setelah muter-muter dan semakin merasa lapar, kami memutuskan untuk makan di restaurant yang dekorasinya Okinawa banget! Restaurant 居酒屋 (izakaya) yang biasanya dipakai nomikai, atau minum-minum. Artinya, makanannya biasanya 1 di share rame-rame dan harganya mahal. Terus biasanya ada appetizer di awal yang mau kita pesen atau ngga, kita harus tetep bayar. Harga appetizer itu sekitar 500 - 600 yen.
Nah, uni kebetulan habis beli kaos sama Anri, jadi temen-temen uni udah masuk duluan. Pas kita masuk, di atas mejanya udah tersedia appetizer itu, yang fotonya seperti di bawah ini.


Di satu meja uni ada Mela, dan Dhea yang sama-sama baru dateng juga. Kami kelaparan dan langsung menyantap appetizernya. Kenyal-kenyal gitu kaya rumput laut. Akhirnya empat piring kecil pun habis disantap kami berempat.
Eh, setelah kami selesai makan, tiba-tiba Tina dateng ke meja kami. Melihat piring appetizer kami kosong, Tina pun mengerutkan kening. "Kalian habis!?"
"Iya, enak yah!", kami kompak menjawab
Mendengar jawaban kami, air muka Tina berubah, "Itukan kuping..."
Gantian Mela yang mengerutkan kening, "kuping apa kak?"
Sambil ngeliat muka kita satu-satu, Tina pelan-pelan menjawab, "kuping....babi"
"Hoeeeeeeeekkkk!", Mela langsung kabur ke kamar mandi, sambil mencoba memuntahkan sepiring kuping itu.
Uni sama Anri liat-liatan. Dhea diem.
"maaf ya... kirain kalian tau...", kata Tina sebelum meninggalkan kami in an awe....

yep, awe-ful stomaches.

:P


No comments:

Post a Comment